Berbekal
tekad, kemauan serta kerja keras, Merry Riana dalam usia masih muda bisa
mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan, Selain sebagai Pengusaha Sukses, Merry
Riana juga seorang ahli keuangan, pemenang sejumlah penghargaan yang bergengsi dalam
industri keuangan, Penulis buku terlaris, Motivator Wanita No.1 di Indonesia
& Asia. Atas buah kerja kerasnya, wanita kelahiran Jakarta, 29 Mei 1980
ini, dinobatkan sebagai salah satu wanita paling sukses dan inspiratif
oleh majalah bulanan Inspirational Woman Magazine (2011). Menjadi miliader muda
dan mapan dalam finansial tidak membuat wanita pemilik kulit putih ini, lekas
berpuas diri. Sebagai motivator, ia berhasrat untuk membagi pengalamannya
kepada orang lain dalam meraih kesuksesan. Nama suaminya Alva Tjenderasa (31) dan Nama anak: Alvernia Mary Liu (2,5). Pendidikan S-1
Teknik Elektro Nanyang Technological University, Singapura (1998-2002), Pekerjaan
Group Director Merry Riana Organization
berbagai Penghargaannya:
1. Salah satu pengusaha terbaik di Singapura
dari Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura (2008)
2. Salah satu wanita paling sukses dan
inspiratif dari Menteri Kepemudaan dan Olahraga Singapura (2010)
3. Wanita paling inspiratif pada salah satu
majalah bulanan Inspirational Woman Magazine (2011)
4. Salah satu eksekutif paling profesional dari
penampilan dan keahlian berkomunikasi dari surat kabar My Paper, Singapura (2010)
5. Duta LG Asia, Watson, dan Canon (2010-2011)
6. Penghargaan untuk alumni muda NTU yang berprestasi, diberikan seorang
Menteri (2006)
7. Penghargaan untuk pengusaha top 40 di Singapura, diberikan seorang Menteri
(2008)
8. Penghargaan untuk lima perempuan paling cantik di Singapura, diberikan
majalah Female (2009)
9. Penghargaan untuk perempuan paling sukses dan inspiratif di Singapura,
diberikan seorang Menteri (2010)
Mimpi, menumbuhkan tujuan dan semangat hidup Merry
Riana. Dengan mimpi, semangat dan kerja keras, ia menjadi miliader di usia
muda. Saat usianya menginjak 20 tahun, Merry punya mimpi. Dia ingin sebelum
berusia 30 tahun sudah mendapatkan "kebebasan" finansial.
Mimpi itu terwujud. Hanya setahun setelah dia bekerja,
tepatnya di usia 23 tahun. Merry sudah berpenghasilan 220.000 dollar Singapura.
Kira-kira sekitar Rp 1,5 milar. Setahun berikutnya pada tahun 2004, dia
mendirikan perusahaan Merry Riana Organization (MRO). Dua tahun berikutnya di
usia 26 tahun, penghasilan totalnya mencapai 1 juta dollar Singapura - sekitar
Rp 7 miliar. Popularitas Merry melesat, dia banyak diberitakan media massa di Singapura
sebagai miliader di usia muda. Lho, Singapura?
Meski lahir di Jakarta dari orangtua yang warga
Indonesia, Merry mengawali karier sebagai konsultan keuangan, dan menjadi
motivator di Singapura. Sejak lulus SMA, anak pertama dari tiga bersaudara ini
"mengungsi" ke negeri Singapura.
Ketika bertemu di Central Park, Jakarta (10/7),
beberapa jam sebelum kembali ke Singapura, Merry bercerita sambil mengingat
kembali perjalanan hidupnya. Pekan lalu, selama tiga hari, Merry ada di
Indonesia untuk menjadi pembicara atas undangan sebuah perusahaan di Semarang,
Jawa Tengah. "Ya, sudah lama juga saya di Singapura. Meski rencana kembali
ke Indonesia belum terlaksana, setidaknya pada tahun ini saya lebih sering
datang ke Indonesia karena lebih banyak kegiatan yang dilaksanakan di sini,
" kata Merry.
Perjalanan hidup Merry di Singapura berawal ketika
terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Cita-cita untuk kuliah di
Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kejadian tersebut.
Orangtua Merry kemudian memutuskan mengirimkan putrinya ke Singapura dengan
alasan keselamatan. "Waktu itu rasanya seperti ada dalam film perang. Saya
diminta pergi agar selamat, " kata Merry merasakan kesedihan yang tejadi
13 tahun yang lalu.
Namun, seiring usia yang
kian dewasa, menghasilkan uang hingga jutaan dollar bukan satu-satunya tujuan
hidup Merry. Pengagum Oprah Winfrey ini lebih menikmati hidup ketika orang lain
memperoleh kesuksesan seperti dia. Pengalaman meraih sukses dibagikan kepada
oranglain dengan berbagai cara seperti menjadi pembicara di seminar,
perusahaan, sekolah, serta melalui media jejaring sosial, media massa dan
menulis buku.
Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar
negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Tecnological
University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana
dari pemerintah Singapura. Tak hanya untuk biaya kuliah, tetapi juga untuk hidup sehari-hari.
"Utang saya totalnya 40.000 dollar Singapura, " kata Merry. Dengan
uang saku hanya 10 dollar per minggu, hidupnya harus superhemat. Untuk makan,
misalnya, Merry lebih sering makan roti atau mi instan atau bahkan berpuasa.
Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah
memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. "Saya membuat
resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasa finansial sebelum
usia 30 tahun. Dengan kata lain harus jadi orang sukses. The lowest point in my
life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut, " ujar Merry.
Meski sudah ada mimpi dan di dukung semangat. Merry
belum menentukan cara mewujudkannya. Pikirnya baru terbuka setelah magang di
perusahaan produsen semi.
Dari pengalaman ini, Merry melakukan hitung-hitungan,
seandainya dia menjadi karyawan seusai kuliah. "Dari hitungan tersebut,
ternyata saya baru bisa melunasi utang dalam waktu 10 tahun, tanpa tabungan.
Kalau begitu caranya, mimpi saya saya tak akan terwujud, " kata Merry yang
akhirnya memutuskan memilih jalan untuk berwirausaha untuk mencapai mimpinya.
Karena tidak punya latar belakang pendidikan dan
pengalaman. Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan
melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi
level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah
kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya dibisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam
kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah.
Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan
matang. Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses, dia memulai dari sektor penjualan di
bidang jasa keuangan. Kerja kerasnya menjual berbagai produk keuangan, seperti
tabungan, asuransi, dan kartu kredit hingga 14 jam sehari mulai membuahkan
hasil. Dalam waktu enam bulan setelah bekerja, Merry bisa melunasi utang pada
Pemerintah Singapura. Tunai.
Kesuksesan lainpun datang karena kinerjanya. Merry
bisa membentuk tim sendiri hingga akhirnya mendirikan MRO. Dengan penghasilan
total satu juta dollar Singapura di usia 26 tahun, ambisi Merry saat berusia 20
tahun terwujud.
Namun, seiring usia yang kian dewasa, menghasilkan
uang hingga jutaan dollar bukan satu-satunya tujuan hidup Merry. Dia lebih
menikmati hidup ketika orang lain memperoleh kesuksesan seperti dia. Pengalaman
meraih sukses dibagikan kepada oranglain dengan berbagai cara seperti menjadi
pembicara di seminar, perusahaan, sekolah, serta melalui media jejaring sosial,
media massa dan menulis buku.
Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini
bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. "Saya ingin menampung orang
muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya, " katanya.
Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di
Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Mery membuat resolusi baru, yaitu memberi
dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya di
Indonesia.
Merry, yang sukses di jasa keuangan dan kian sibuk
dengan kegiataannya menjadi motivator, pernah punya cita-cita lain. sewaktu
kecil, anak sulung dari Suanto Sosrosaputro dan Lynda Sanian ini pernah punya
keinginan untuk menjadi seperti sang ayah yang seorang insinyur eletro.
"Waktu kecil, kalau ditanya mau jadi apa, saya selalu jawab ingin seperti
papa. Saya senang melihat papa mengutak-atik peralatan eletkronika, seperti
MacGyver, " kata Merry.
Cita-cita ini bahkan melekat hingga lulus SMA. Merry
kuliah di Jurusan Teknik Elektro Nanyang Technological University setelah
sebelumnya bercita-cita kuliah dengan jurusan yang sama di Universitas
Trisakti. Namun, perjalanan hidup Merry berubah. Meski bisa meraih gelar
insinyur dalam waktu empat tahun, ilmu elektro yang dikuasainya tak terpakai
dalam kariernya.
"Paling-paling dipakai di rumah. Kalau TV atau
kulkas rusak, saya masih bisa memperbaiki, he-he-he. Tetapi bukan berarti
kuliah saya tidak berguna. Semua proses yang saya jalani selama kuliah telah
membawa saya seperti sekarang ini, " kata Merry.
Merry memiliki sebuah misi untuk menyediakan jalan bagi
orang lain untuk mencapai tujuan akhir mereka. Seperti dikatakannya sendiri:
”Hasratku adalah untuk memberikan inspirasi bagi orang banyak supaya mereka
dapat mencapai tujuan dan impian mereka sendiri. Aku berniat melakukan ini
melalui proses pendidikan yang menarik, memotivasi, menghibur, dan tentu saja,
menyenangkan! Ini adalah wujud nyata mimpiku.”
Walaupun
pekerjaanya mirip sales tetapi Merry Riana telah menunjukkan dan membuktikan
bahwa pekerjaan itu mulia dan bisa menjadi kaya raya. Pekerjaan itu jauh lebih
menggiurkan daripada kerja kantoran yang hanya mengandalkan gaji bulanan yang
tidak seberapa dan amat sangat jarang naik. Gaji sales asuransi sangat
tergantung komisi. Keberhasilan sales asuransi tidak diraih dengan mudah.
Tidak
banyak orang bisa mencapai sukses pada bidang usaha itu. Dan, Merry Riana
adalah satu di dalam sedikit wirausaha yang sukses itu. Resolusi untuk bebas
secara finansial sebelum umur 30 tahun, motivasi yang tinggi, semangat yang
menggebu, kerja keras hingga larut malam tanpa kenal lelah, ketajaman pikiran
dan hati, serta hubungan yang intim dengan Yang Di Atas menjadi kata-kata kunci
kesuksesannya. Kata kata indah ibunya selalu jadi pegangan hidupnya yaitu
“Serahkan segalanya pada Tuhan, dan Dia akan menunjukan jalan padamu. Dia akan
menunjukan jalan selangkah demi selangkah. Yakinlah semua akan indah pada
waktuNya. Dia akan menunjukan jalan selangkah demi selangkah menuju
kebaikanmu”.
Dan sekarang Merry Riana sudah menjadi orang sukses dan bisa
membuat orang termotivasi dengan perkataan dia. Inilah 100 Inspirasi dari Merry
Riana
#1
Hidup
adalah suatu tantangan yang harus dihadapi. Perjuangan yang harus dimenangkan.
Kesusahan yang harus diatasi. Rahasia yang harus digali. Tragedi yang harus
dialami. Kegembiraan yang harus disebarkan. Cinta yang harus dinikmati. Tugas
yang harus dilaksanakan. Romantika yang harus dirangkul. Risiko yang harus
diambil. Lagu yang harus dinyanyikan. Anugerah yang harus dipergunakan. Impian
yang harus diwujudkan. Perjalanan yang harus diselesaikan. Janji yang harus
dipenuhi. Keindahan yang harus dikagumi. Pertanyaan yang harus dijawab.
Kesempatan yang harus dipakai. Persoalan yang harus dipecahkan. Kesulitan yang
harus dikalahkan. Rahmat yang harus dipelihara dan dicintai.
#2
Hidup
adalah sesuatu yang bergerak. Kekuatan manusia bukan sesuatu yang statis. Tuhan
menganugerahkan segala fitur pembangkit keberhasilan di dalam tubuh dan pikiran
kita. Aku bersyukur karena kusadari itu sejak muda untuk meraih sukses.
#3
Kuserahkan
jiwaku seutuhnya untuk segera merealisasikan harapanku tanpa menunggu waktu
lagi. Kulakukan dengan konkret apa yang dikatakan orang sebagai: perjuangan.
Mumpung masih muda, pikirku, aku bisa mengerahkan yang terbaik.
#4
Proses
dalam ketekunan menjalankan pekerjaan demi pekerjaan itu kemudian secara
alamiah mengajarkan aku tentang tiga hal penting dalam perjuangan: tekad yang
kuat, strategi yang terarah, dan kedekatan kepada Tuhan. Tiga hal itu kemudian
menurunkan lagi “anak-anak sikap” yang semuanya mengacu pada satu idealisme:
jika kita bekerja keras dengan cara-cara yang baik, niat yang baik, dan tekad
yang baik, kita bisa meraih impian.
#5
Step up! Bergeraklah lagi. Jangan
menyerah. Kita tidak perlu memperhitungkan usia dan kegagalan yang telah lalu.
Hari ini dan hari esok disediakan Tuhan agar kita bisa merancang peluang sukses
untuk hidup ke depan. Tidak pernah ada kata terlambat!
#6
Serahkan
segalanya pada Tuhan, dan Dia akan memberikan jalan padamu. Yakinlah bahwa
semua akan indah pada waktu-Nya. Dia akan menunjukkan jalan selangkah demi
selangkah menuju kebaikanmu.
#7
Di
dalam hidup ini, kita tidak bisa berharap segala yang kita dambakan bisa diraih
dalam sekejap. Lakukan saja perjuangan dan terus berdoa, maka Tuhan akan
menunjukkan jalan selangkah demi selangkah.
#8
Aku
percaya pada keberanian murni yang tersembunyi dalam setiap diri manusia. Kita
memiliki kekuatan dahsyat yang tidak kita sadari. Dalam kehidupan yang nyaman
atau relatif tanpa masalah, alam bawah sadar kita mengubur kekuatan, bahkan
juga dari pengamatan kita sendiri. Ketika hidup memberi kita kenyamanan, kita
tak pernah tahu bahwa diri kita mempunyai kemampuan jauh dari yang kita
bayangkan. Kekuatan itu bersemayam dan menanti alam membiarkannya muncul dengan
natural dan menunjukkan kebolehannya, ketika kita dihadang oleh kesulitan.
#9
Aku
harus berani. Ya, aku harus berani. Walau nun jauh di dasar hatiku bersemayam
perasaan gentar, aku tak melihat jalan lain untuk mengatasi rasa takutku
kecuali membangun keberanian dengan paksa. Harus kupaksakan karena itu memang
satu-satunya jalan.
#10
Hal
pertama yang kubangun dalam diriku untuk bisa menghadapi hari dengan semangat
adalah menciptakan sebanyak-banyaknya pikiran positif.
#11
Pelajaran
hidup itu telah memberikanku gaung sinyal yang menyentuh sampai ke lubuh hati.
Aku harus bergerak. Ya, aku harus bergerak.
#12
Pada
saat itu aku yakin, perjuangan itu bukan semata cobaan. Itu merupakan sinyal
yang mengajakku untuk berkembang menjadi dewasa. Setiap kali berbaring hendak
tidur, selalu tak kupercayai bahwa pada hari itu aku telah melewatkan hari yang
cukup berat, dan aku mampu.
#13
Aku
melatih diriku untuk bertambah kuat dari hari ke hari. Kebiasaan yang dihayati
dengan ikhlas ternyata mampu mengendalikan mental dan fisik untuk melakukan
satu kerjasama yang kooperatif. Itulah yang terjadi. Hikmah ini sangat penting
bagiku, ketika kita tidak bisa melakukan apapun kecuali bertahan, maka yang
harus digenjot dalam diri kita adalah keihlasan dan kesabaran yang kuat.
Kesanggupan untuk bersabar dan bertahan dalam pikiran yang positif merupakan
dasar dari loncatan-loncatan manusia selanjutnya.
#14
Aku
berusaha menciptakan melodi indah di tengah kehidupan yang sesungguhnya sangat
memprihatinkan itu. Kutangguhkan hatiku untuk tabah, sabar dengan rutinitas
yang susah dan susah saja. Kujadikan kondisi buruk itu sebagai pola rutin yang
membuatku terbiasa.
#15
Aku
memang menjadi dewasa dengan mendadak karena kondisi. Jadi, kuputuskan untuk
mengolah masalahku sendiri dengan dialog-dialog yang kubentangkan dengan diri
sendiri.
#16
Jika
kamu punya keberanian dan kekuatan untuk bisa bertahan, aku yakin kamu juga
punya kekuatan dahsyat untuk mengubah nasib.
#17
Jangan
pernah takut hari esok jika kamu bisa memenangkan hari ini dengan semangatmu
yang luar biasa.
#18
Manusia
membutuhkan partner atau rekan yang bisa diajak berdiskusi atau saling
menyemangati.
#19
Banyak
orang bisa merancang dan mengendalikan suksesnya sendirian, karena benih-benih
atau jurus sukses sudah mereka kuasai. Tapi kehadiran partner yang
menyeimbangkan dan bisa saling mengisi akan menyuntikkan energi lebih. Kadang
diri kita tidak terlalu mengenali energi dahsyat yang bisa diolah menjadi
sesuatu yang mendobrak. Kehadiran teman bicara yang pas bisa menstimulasi
lahirnya kepekaan itu.
#20
Kita
bisa membentuk masa depan yang baik kalau smart memilih
jenis pekerjaan dan membentuk etos kerja sejak sekarang. Jangan mengikuti
hal-hal yang jurusnya telah menjadi sesuatu yang umum.
#21
Aku
harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Tak perlu malu dan gengsi
atas jenis pekerjaan yang kulakukan, karena toh pekerjaan itu bukan sesuatu
yang nista.
#22
Kesusahanku
hari ini, walau akhirnya disudahi dengan rasa riang, telah menyadarkanku. Aku
tidak mau dibelenggu oleh kemiskinan terus menerus. Aku harus sukses. Harus
sukses! Dua kata itu berdengung dan menggema di sekujur hatiku. Harus sukses!
#23
Apa
pelajaran yang bisa kupetik dari pengalaman pertama bekerja? Tiada lain,
kekuatan untuk bergerak. Itulah pencerahan yang kudapatkan. Setelah berdoa dan
bersabar, kita diberi kesempatan untuk bergerak lebih maju lagi untuk berjuang.
#24
Diri
kita perlu dilatih dari tahap nol. Mental kita perlu dibentuk dari situasi yang
sangat menguji ketabahan. Itu modal dasar yang sangat penting agar seseorang
tumbuh berkembang dengan kepribadian yang tangguh. Kita harus yakin bahwa
kondisi akan berubah. Dengan demikian pikiran kita akan terangsang untuk terus
mencari jalan.
#25
Inilah
hal yang pantas kita renungkan. Bahwa ada sesuatu yang sangat misterius,
kekuatan yang demikian dahsyat yang tersembunyi di balik situasi sulit. Di
dalam fase hidup yang berat orang-orang seolah secara alamiah mengeluarkan
fitur-fitur terkubur. Tiba-tiba saja kekuatan itu ada. Mendadak kemauan muncul.
Tahu-tahu kita sudah terbentuk menjadi orang yang sangat tangguh. Itu bagi
orang yang mau berjuang. Tapi banyak juga yang terjebak dalam kondisi sulit dan
diam saja.
#26
Aku
memiliki apa yang sangat dibutuhkan orang-orang yang ingin sukses, yakni
kemauan dan tekad yang keras.
#27
Dalam
kondisi yang sulit kita tetap bisa mendapatkan peluang. Kita harus optimis dan
tidak menyerah pada keadaan. Kepekaan kita pun harus terus tajam, sehingga kita
bisa mengatur langkah-langkah yang berpotensi menguntungkan, di tengah situasi
apapun.
#28
Setiap
fase yang kamu jalani harus bisa mendatangkan pelajaran untuk naik ke fase
berikutnya.
#29
Sekali
kita mencoba sesuatu dan bergerak, kesempatan-kesempatan akan bermunculan
mengiringi gerak kita.
#30
Hikmah
terbesar yang kuhirup: kerja keras, perjuangan, ketekunan, kesungguhan,
ternyata bukan slogan mustahil.
#31
Selalu
ada hal baru yang membuat kita lebih berilmu.
#32
Manusia
bisa bermimpi apa saja, karena semua yang bisa kita khayalkan adalah sesuatu
yang mungkin kita gapai. Kekuatan dan kepintaran adalah modal. Tapi tidak ada
yang lebih dahsyat dari keberanian dan ketekunan.
#33
Apa
nilai yang bersemayam dalam kehidupan yang kualami di fase ini? Tak lain adalah
pentingnya menemukan wadah, baik itu partner, buku-buku, kelompok diskusi, atau
mentor. Kita mungkin memiliki bakat dan tekad. Tapi, sebagian orang memerlukan
bantuan orang lain atau sarana yang bisa membuka dan segera menajamkan
kehendak. Dengan melakukan diskusi yang rutin dan tajam, pikiran kita akan
terasah untuk menajamkan pengetahuan tentang apa yang kita harapkan, dan jarak
kita menuju realisasi kehendak semakin dekat.
#34
Semakin
sering kita membahas harapan kita, mencari tahu cara-cara mencapainya dan
memperkayanya dengan pemikiran-pemikiran dari ragam sumber pengetahuan, semakin
terdorong kita untuk melakukannya dengan konkret.
#35
Keniscayaan
dari kerja konkret. Banyak dari kita hanya sering membayangkan perjuangan dan
mengerti pentingnya kerja keras. Kita punya ambisi dan idealisme untuk menjadi
sukses. Namun, sepanjang pemahaman kita terhadap pentingnya kerja keras tidak
pernah direalisasikan, kita tidak akan benar-benar paham artinya.
#36
Pergulatankuu
melewati keadaan sulit dengan berhemat dan bekerja telah mengantarkan aku pada
kesadaran yang tajam: sesungguhnya kesejahteraan bisa diperjuangkan sejak muda.
#37
Jika
dijabarkan, keberanian itu bisa mencipta banyak turunan. Seperti, adanya
motivasi, kehendak untuk bergerak, ketidakraguan, dan pencarian. Jadi,
keberanian adalah motor yang sangat penting untuk bisa membawa kita pada
langkah-lakah yang lebih agresif.
#38
Orang
membutuhkan tiga hal untuk bisa sukses berbisnis atau mendapatkan uang, yakni
adanya ilmu, modal, dan relasi.
#39
Aku
bisa mengatakan bahwa dunia boleh memberikan kita modal, ilmu, dan relasi. Tapi
keberanian, hanya diri kita yang memproduksi. Tidak ada seorang pun di dunia
yang bisa menjual atau memberikan software keberanian.
Kemauan kita untuk bertindak murni harus dilahirkan oleh tekad diri sendiri.
#40
Yang
paling penting, tak pelak lagi, adalah membangun diri kita terlebih dahulu.
Jiwa kita harus dibangunkan. Keberanian kita harus dihidupkan. Motivasi kita
harus dibentuk. Tiada sukses yang datang tanpa kerja keras. Tiada sukses yang
datang dengan mudah. Semua harus diperjuangkan. Kita bisa mencanangkan mimpi
setinggi apa pun, itu tidak mustahil. Bermimpilah, dam berharaplah itu jadi
kenyataan. Tapi yang pertama-tama harus dihidupkan dulu, motivasi dan
kesungguhan kita untuk bergerak.
#41
Semua
orang sukses pernah mengalami kegagalan, bahkan merasakan kesialan yang
bertubi-tubi. Tapi mereka tidak runtuh, malah selalu belajar dari setiap
kegagalan dan kesalahan.
#42
Selama
berhari=hari pada bulan terakhir aku bekerja di perusahaan itu, aku sering
mencermati para karyawan yang hilir mudik dan menggelar pembicaraan kecil
dengan mereka. Ya, tepat seperti dugaanku, kultur hidup mereka pada akhirnya
memang diatur oleh pendapatan mereka. Mereka harus berhemat karena ada begitu
banyak kebutuhan hidup yang bertumpu pada gaji. Mereka bisa sarapan dengan
baik, mencukupi kebutuhan makan dengan bahan makanan yang segar dan
berkualitas, ke klinik dokter yang baik bila sakit, sesekali berbelanja, namun
mereka tidak bisa memiliki impian-impian lebih. Mereka juga tidak berani
berandai-andai jika mendadak terjadi perubahan ekonomi dan mereka di-PHK. Gaji
menjadi “dewa” kehidupan dan mereka mengarahkan dedikasi setiap hari untuk itu.
#43
Ya,
aku akan mengerahkan segala kekuatan di dalam diriku. Aku akan perintahkan
diriku dan mengatakan bahwa aku mampu! Aku akan mengalahkan keraguan, rasa
takut, perasaan minder, dan menukarnya dengan keberanian. Aku bertekad bisa
sukses sebelum usiaku 30 tahun. Aku akan berusaha sekeras-kerasnya!
#44
Aku
melihat kegagalan-kegagalan yang kualami sebagai pelontar diriku dari ranah
naif. Kesuksesan memerlukan kejelian, kewaspadaan, selain keberanian. Dengan
dihajar kegagalan, aku terdorong untuk selalu memasang radar dan memperbanyak
informasi, agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi.
#45
Tidak
semua yang kita harapkan dalam hidup akan terjadi sesuai dengan gambaran kita.
Kelak aku menyadari, ada maksudnya kenapa Tuhan tidak mengizinkan aku mendapat
beasiswa. Sebab bila iya, mungkin sekarang menjadi karyawan di sana. Jadi,
ketika gagal mencapai apa yang kita harapkan, selalu hidupkan optimisme dan
berpikir bahwa akan ada jalan lain yang tak kalah indah yang tengah dipersiapkan
untuk kita.
#46
Diri
kita harus selalu menghidupkan kemampuan untuk bermanuver dengan luwes di atas
segala kondisi apa pun. Jangan terjebak diam dalam satu keadaan yang buruk.
Beranjaklah dan berpikirlah lagi untuk menemukan hal-hal positif yang baru.
Dengan demikian, hidup kita moving.
#47
Visiku
ke depan telah begitu kritis dan tajam. Aku bertekad ingin meraih kebebasan
finansial sebelum usiaku menginjak 30 tahun, karena aku ingin bisa berbuat
banyak selagi orangtuaku masih muda.
#48
Aku
harus berani.
#49
Aku
tidak boleh memelihara rasa takut.
#50
Aku
sanggup, dan memiliki kekuatan untuk mengembangkan kesanggupanku.
#51
Aku
boleh memiliki mimpi yang besar. Dan aku bertekad melakukan upaya untuk bisa
mencapai cita-citaku.
#52
Pilihanku
tentang masa depan hanya dua. Mengikuti cara yang umum, menjadi karyawan, dan
aku merendahkan impianku. Atau berkeras meraih mpianku tapi aku meningkatkan
kadar perjuanganku, alias tidak mengikuti cara yang umum. Aku memilih jalan
kedua.
#53
Berani
bertindak belum tentu menjamin keberhasilan. Namun, tidak bertindak sudah pasti
menjamin kegagalan.
#54
Kita
hidup dibelenggu oleh banyak alasan yang menumbuhkan rasa takut. Takut adalah
perasaan. Hanya perasaan, tidak lebih. Kita bisa menumpasnya, karena perasaan
itu hanya bergumul di hati kita.
#55
Jangan
pernah takut membentuk cita-cita. Kita bisa! Kita sangat powerful! Tidak
ada yang tidak mungkin jika kita bisa memiliki tekad dan keberanian. Buatlah
mimpi yang besar dan bergeraklah dari sekarang!
#56
Kurasa
iman adalah dasar terpeting dan paling dibutuhkan manusia di dunia sebelum
berpikir untuk melakukan apapun.
#57
Kami
berusaha menegakkan kedewasaan dalam berpikir. Menyikapi kegagalan harus dengan
kedewasaan.
#58
Kami
sadar, kelak saat sukses pun, kedewasaan dibutuhkan. Saat gagal, kita jangan
menyalahkan diri sendiri dan harus berpikir logis untuk menganlisis
penyebabnya. Saat sukses, seraplah energi keberhasilan itu untuk memberi
apresiasi kepada diri sendiri bahwa kita memang mampu, kita berdaya, dan kita
hebat. Kedewasaan diperlukan agar saat sukses, kita tidak menjadi sombong.
#59
Kebanyakan
orang berpikir sebaliknya. Ketika gagal, diri sendiri disalahkan habis-habisan.
Ketika sukses, banyak yang berdalih dengan mengatakan, “Ah, itu cuman hoki,
kok….” Dengan mengubah arah berpikir, kita akan tetap merasa positif. Perasaan
ini dibutuhkan untuk bisa bangkit.
#60
Suatu
saat aku akan menceritakan kisahku, pada orangtua, pada banyak orang, tentang
bagaimana hidup harus diperjuangkan dalam kebertahanan energi positif. Itu cita-citaku.
#61
Ayah
Alva memang seorang entrepreneur sejati.
Dia pernah menasihati Alva sebelum kuliah di Singapura. Kata beliau, Alva boleh
bekerja pada orang lain setelah lulus, tapi batasnya hanya sampai di usia 30
tahun. Setelah itu, Alva harus berusaha sebisanya untuk menjalankan bisnis
sendiri. Ayah Alva sangat berkaca dari kisah hidupnya sendiri. Ketika dia
bekerja untuk orang lain, dia hanya bisa mengontrak rumah dan mencukupi
kebutuhan dasar anak-anaknya. Tapi, setelah berbisnis, mereka bisa membeli
rumah yang cukup besar, membeli mobil, dan menyejahterakan keluarga dengan
lebih baik.
#62
Perasaan
terhina adalah obat yang manjur untuk melecut diri, bangkit, bergerak,
memenangkan kebanggan diri. Jauhkan diri dari kehendak untuk mundur karena itu
akan membawa kita makin jauh dari target sukses.
#63
The Darkest Hour.
Teori itu mengatakan bahwa di tahap akhir menjelang titik sukses, orang akan
menghadapi tantangan yang luar biasa sulit. Kita bisa membuktikannya pada
banyak pengalaman. Pada saat kita hendak sampai di pencapaian puncak, ada saja
kesulitan dan tantangan yang mahaberat. Tapi biasanya setelah kita berhasil
melewati rintangan berat itu, sukses pun diraih.
#64
Tidak
ada pelangi kalau tidak didahului hujan. Jangan menyerah. Saat-saat yang luar
biasa sulit dalam perjuangan adalah pertanda bahwa kesuksesan sudah mendekat.
#65
Aku
punya prinsip. Pay
now play later,
dan bukan sebaliknya. Lebih baik aku bersusah-susah dahulu untuk merasakan
kesenangan kemudian. Daripada aku menghabiskan masa muda untuk
bersenang-senang, namun aku dihadang kesusahan di hari tua.
#66
Untuk
bisa menjalani kerja keras di masa muda, memang membutuhkan pengorbanan. Aku
harus mengatakan ini, karena kuyakin banyak anak-anak muda yang kalah sebelum
waktunya hanya karena alasan yang sederhana ini. Mereka tak rela masa muda
mereka hanya digerus oleh kerja keras, sehingga mereka tidak bisa menikmati
hidup. Mereka tidak ikhlas kehilangan waktu bermain dan bersukaria. Mereka
lupa, kerja keras dengan konsep dan perhitungan yang matang, tidak akan
merampas seluruh waktu mereka.
#67
Aku
merasakan pola yang menarik: bekerja keras, berdoa, dan bersyukur.
#68
Pekerjaan
yang dibarengi niat sungguh-sungguh, target yang jelas, dan diimbuhi semangat,
tidak akan memberi kita hasil yang kosong. Aku selalu bersedih bila melihat
orang-orang yang putus asa di tengah jalan, lalu berpikir bahwa hidup tidak
berpihak pada mereka. Sukses itu hak setiap orang. Tapi tidak semua dari kita
gigih memburunya.
#69
Bagiku,
kesederhanaan telah menjadi sebentuk koreo yang indah dalam hidup. Tentu aku
boleh menikmati kehidupan yang menyenangkan, tapi sikap penuh pertimbangan
dalam mengatur keuangan, dan menabung, merupakan penjaga keamanan hari esok.
#70
Setelah
terbebas dari utang, target selanjutnya, aku ingin membahagiakan orangtuaku.
#71
Sebetulnya
apa yang kulakukan adalah hal sederhana. Tapi kulakukan semua itu dengan tekad.
Motivasi dan kegigihanlah yang membuat impian besar itu tercapai. Aku juga
mengatakan bahwa kerja keras adalah harga mati dari sebuah keberhasilan.
#72
Aku
bekerja empat belas jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, dua puluh kali
presentasi sehari, dan ada trik-trik ringan menghadapi calon nasabah. Tapi di
atas semua itu, aku fokus pada resolusiku. Aku ingin mencapai kebebasan
finansial sebelum usiaku tiga puluh.
#73
Kita
tidak akan mengetahui seberapa besar kekuatan yang kita punya sebelum kita
berani melakukan perjuangan maksimal untuk meraih impian besar!
#74
Betapa
banyak waktu di masa muda yang bisa dipergunakan dan digenjot untuk menghasilkan
jalan sukses. Betapa banyak anak-anak muda yang bsia membahagiakan keluarga
mereka dengan pekerjaan yang menghasilkan uang yang cukup. Aku ingin apa yang
kurasakan juga dirasakan banyak kaum muda. Aku ingin mereka juga bisa melihat
senyum bahagia terukir bibir orangtua meereka saat melihat sukses yang mereka
raih.
#75
Betapa
banyaknya anak muda yang mengulur waktu untuk mengejar sukses, karena secara
psikologis mereka berpikir, ah, mumpung masih muda. Ah, toh masih ada orangtua.
Ah, semua anak mudah juga masih santai. Ah, kan masih ada usia 30-an nanti.
#76
Betapa
berharganya rentang usia muda 20-an. Betapa luar biasanya energi yang ada di
area usia itu. Kita bisa berbuat banyak dengan kondisi masih leluasa. Belum
menikah, belum direpotkan anak, dan tenaga pun masih kuat. Dari pengalaman,
bisa kubuktikan, tidak ada yang rugi dari inisiatif untuk memacu sukses meraih
kebebasan finansial sejak muda.
#77
Jangan
menciptakan excuse dengan
mudah bagi setiap kesulitan.
#78
Sukses
memerlukan syarat. Kerja keras, komitmen, kesungguhan, kegigihan, ketekunan,
tekad. Dan masih banyak lagi turunan-turunan nilai yang sangat dibutuhkan agar
orang berhasil menyandang kesuksesan dalam hidup mereka. Banyak orang tak kuat
mengusung nilai-nilai itu dalam upaya mereka sehingga hasil yang muncul jauh
dari yang diharapkan.
#79
Pada
dasarnya nilai-nilai atau strategi suksesku muncul dari perjuangan nyata. Bukan
lahir dari teori untuk kemudian dikumandangkan sebagai nasihat tanpa pembuktian
konkret.
#80
Pertarungan
menuju sukses adalah rahasia kesuksesan itu sendiri. Untuk membuka kunci menuju
pertarungan itu dibutuhkan keberanian. Jika tidak bertarung, kita tidak tahu
apakah kita menang atau kalah. Dan jika tidak berani, kita bahkan tidak akan
menginjak arena pertarungan.
#81
Dengan
mengalami kegagalan, kita mendapatkan pelajaran untuk mengetahui cara-cara yang
lebih baik. Selalu lakukan perubahan dalam strategi atau pilihan agar kegagalan
yang sama tidak terulang lagi. Yang penting bergerak terus, berjuang terus,
mencoba terus.
#82
Kegagalan
sebetulnya sebuah misteri Ilahi yang dibuat untuk membentuk kita agar semakin
kuat. Kegagalan juga membentuk kita tangguh saat sukses benar-benar sudah di
tangan.
#83
Aku
memiliki prinsip keseimbangan untuk mencapai kehidupan yang tenteram. Yakni
cinta, kesehatan, dan kemapanan. Jika kita dikelilingi cinta, hidup kita akan
bahagia. Jika diberikan kesehatan, kehidupan tentu juga menjadi lebih mudah dan
menyenangkan. Dan jika kita dianugerahi kemapanan, kita dapat menambah kualitas
dari cinta dan kesehatan untuk kebahagiaan yang lebih utuh.
#84
Bekerja
untuk mendapatkan uang yang cukup bagi kehidupan, akan membuat hidup kita
menjadi lebih berkualitas. Uang dicari untuk lebih menyempurnakan sisi lain
yang bisa kita raih dalam hidup.
#85
Jangan
ragu dan malu untuk menanamkan tekad bahwa, “Saya ingin kaya!” karena itu boleh
dan sangat mungkin. Tekad itulah yang secara otomatis akan menstimulir kita
menciptakan inisatif, keberanian, dan strategi. Jika dasar keinginannnya saja
tidak kuat, bagaimana kita bisa melancarkan jurus-jurus yang jitu?
#86
Ada
perumpamaan tentang sapi dan kuda. Sapi bekerja sangat keras. Membajak sawah,
mengangkut beban, dan pada akhirnya ia akan dipotong. Makanannya hanya rumput.
Sedangkan kuda, masih ada kemungkinan dihargai lebih. Kuda pacuan
memperlihatkan nilai dirinya yang lebih dengan memperlihatkan ketangguhan dan
kelebihan dirinya. Dia bisa dihargai dan dielu-elukan ketika memenangkan
kejuaraan.
#87
Kita
bisa menjadi sapi atau kuda, tergantung dari bagaimana kita mengarahkan diri
kita. Apakah kita akan menjadi seorang pekerja yang bekerja keras nine to five, melakukan hal-hal rutin
yang tidak memajukan diri Anda, dan menerima gaji di akhir bulan yang
kenaikannya sangat lambat.
#88
Atau,
kita memilih menjadi kuda pacuan yang tangguh. Membentuk diri kita untuk lebih
berdaya, membekali kita dengan keberanian untuk meraih pencapaian-pencapaian
yang tidak standar. Kita akan mendapatkan penghasilan yagn sepadan dengan kerja
keras serta upaya kita untuk menjadi lebih unggul.
#89
Bangun
harapan dan keinginan yang kuat untuk membentuk diri kita sebagai manusia
manusia berharga yang pantas menjalankan pekerjaan yang baik dengan penghasilan
yang baik pula. Kita tidak serendah yang kita pikirkan.
#90
Ketika
aku telah menekuni beberapa jenis pekerjaan dan tidak juga mencapai
kesejahteraan, aku mulai berpikir tentang konsep generator-pendapatan atauincome-generator. Apa itu? Suatu jenis usaha
yang bisa memberikan kita pendapatan secara terus menerus, tanpa kita harus
membanting tulang sejauh kita membutuhkannya. Yang diperlukan adalah, kita
membangun dulu usaha itu dengan kerja keras, untuk kemudian mencicipi hasilnya
dalam jangka waktu yang panjang. Selama income-generator itu
bisa bekerja dengan baik, maka penghasilan akan mengalir terus. Contoh-contoh income-generator misalnya
keuntungan dari bisnis, uang sewa properti, royalti hak cipta, waralaba, sales
asuransi, dan sebagainya. Usaha-usaha seperti ini menjanjikan tercapainya
kebebasan finansial bila kita mampu membangun fondasinya dengan baik.
#91
Disiplin
adalah sikap, bukan modal seperti uang atau relasi. Tapi sikap disiplin bisa
mengalahkan modal uang dan relasi. Orang-orang yang berdisiplin biasanya
memiliki jaminan pasti pada hasil. Mereka tidak melesat membidik target karena
telah terbiasa melakukan segala sesuatu pada relnya, pada waktunya, dan dengan
kesungguhan untuk memenuhi hingga tuntas.
#92
Passion atau hasrat untuk melakukan
pekerjaan dengan rasa cinta adalah poin penting yang bisa menjadi malaikat
penyelamat saat kita berkutat dengan proses.Passion membuat
kita tidak mudah jatuh ketika pekerjaan yang kita lakukan belum menunjukkan
hasil yang menggembirakan. Ketika ada tantangan, kita justru tergerak untuk
menyikapinya dengan agresif karena menemukan keasyikan di sana. Dan dengan passion, secara otomatis kita juga
akan terstimulasi untuk terus memperbaiki kapabilitas. Karena kita mencintai
apa yang kita kerjakan, kita menjadi mesra dengan segala sesuatu yang berkaitan
dengan itu, dan kita ingin yang terbaik bagi pekerjaan kita.
#93
Jangan
memohon pada Tuhan untuk menolong dunia, tapi mohonlah agar Tuhan mau memakai
diri kita untuk menolong dunia.
#94
Seseorang
yang telah sukses sebetulnya digiring untuk lebih mampu melayani orang lain,
karena dia telah mampu melayani dirinya sendiri.
#95
The
purpose of my life is to be significant as God’s living miracle, to enjoy every
moment of my miraculous life with m loved ones, and to testify my blessed life
story to the world as a gift of love for myself and others.
#96
Melalui
segala yang kuperbuat, pengalaman nyata perjuanganku, buku yang kutulis, dan
aktivitasku memberiku seminar, aku memiliki misi untuk bisa memberi dampak
positif setidaknya pada satu juga orang di Aisa, sebelum usiaku menjejak 40
tahun. Aku ingin semakin banyak manusia unggul lahir untuk menciptakan
kehidupan yang lebih baik bagi sekitarnya. Aku ingin ada lebih banyak orang
mampu membuat keajaiban dalam hidup mereka melalui kerja keras yang konret.
#97
Aku
merasa telah menemukan sumber kebahagiaan dalam hidup. Berbagi untuk mendukung
sukses orang lain. Itulah rahasia kebahagiaanku kini.
#98
Setiap
kali aku terantuk oleh suatu kejadian yang menyedihkan, semangatku bisa kembali
bangkit dengan mengingat masa-masa perjuanganku.
#99
Hidup
adalah proses, dan di dalamnya ada pergumulan yang mengacu pada cita-cita untuk
menciptakan kondisi baik dari waktu ke waktu. Tak ada seorang pun yang
bercita-cita hidupnya akan mengarah pada situasi yang lebih buruk. Bayangkan
jika dalam pergumulan mencapai kondisi yang semakin baik itu kita didampingi
oleh seseorang berenergi negatif. Betapa beratnya hidup harus diarungi.
#100
Semoga
banyak dari kita bisa menyadari arti kebersamaan dan sinergi. Jika kita mau
menangkap nilai bahwa kerjasama adalah untuk kebaikan bersama, niscaya tidak
akan ada persaingan atau saling menyudutkan yang tidak perlu. Sinergi
memerlukan tenggang rasa, keikhlasan, dan pengertian.