Jumat, 15 November 2013

Tujuh Jurus Ampuh Mengatasi Asma



SESAK yang sering dikeluhkan pengidap asma memang menjengkelkan. Apalagi jika kekambuhannya lebih dari 1 atau 2 kali dalam seminggu. Asma dapat mengganggu kinerja dan aktivitas seseorang sehingga terasa menjengkelkan bagi penderitanya. Penyakit ini bahkan dikatakan sebagai biang kerok utama atas ketidakhadiran di tempat kerja dan di sekolah. Selain mengganggu aktivitas, asma juga tidak dapat disembuhkan, bahkan dapat menimbulkan kematian. Namun bila penyakit ini dikendalikan, kematian dapat dicegah dan gejalanya pun tidak sering muncul. Untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol penyakit asma, penderita perlu mengenal asma terlebih dahulu.
Asma adalah penyakit peradangan saluran nafas kronik akibat terjadinya peningkatan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan. Pada penderita yang peka, hal ini akan menyebabkan munculnya serangan batuk, bunyi mengi, banyak dahak, sesak nafas, dan rasa tidak enak di dada terutama pada malam hari atau menjelang pagi. Belum diketahui secara pasti mengapa pada sebagian orang saluran nafasnya meradang dan pada sebagian lain normal. Tetapi kejadian tersebut biasanya ditemukan pada keluarga atopik (keluarga alergi) yang dapat mewariskan sifat alergi ini kepada turunannya.
Kelainan utama penyakit asma adalah peradangan saluran nafas, sehingga pengelolaannya bukan ditujukan untuk menghilangkan sesak nafas semata, tetapi juga berbagai tujuan berikut yaitu, agar penderita dapat melakukan latihan jasmani termasuk lari dan olah raga lain, mempunyai fungsi paru mendekati normal dan gejala asmanya menghilang atau minimal. Tujuan lain adalah agar serangan asma minimal, pemakaian obat untuk serangan sesak berkurang, dan tidak ditemukan efek samping obat.
Dalam panduan GINA (Global Initiative for Asthma) 2002 yang dibuat oleh National Heart, Lung and Blood Institute & World Health Organization (NHBLI/WHO), menyebutkan untuk mewujudkan tujuan tersebut, dokter maupun penderita asma dianjurkan untuk mempelajari, memahami, dan mengerjakan apa yang disebut “tujuh jurus ampuh untuk mengatasi penyakit asma”. Pertama, penyuluhan (edukasi) mengenai penyakit asma pada penderita asma dan keluarganya. Pepatah mengatakan, “tak kenal maka tak sayang”. Ibarat sepasang muda-mudi yang baru pertama berjumpa, tak kan mau menyayangi dan mengorbankan diri, sebelum mengenal lebih jauh pasangannya. Demikian pula dengan penderita asma. Pengenalan tentang seluk beluk asma, bagaimana pengobatan serta pencegahan yang benar, akan membuat penderita dan keluarganya mengerti sehingga termotivasi untuk berusaha kuat mengatasi penyakitnya. Karena itu edukasi menjadi faktor kunci dalam pengobatan asma.
Kedua, mengetahui obat-obat asma, baik kegunaan maupun efek sampingnya. Terdapat dua jenis obat asma yaitu, obat-obat kerja cepat untuk mengatasi dengan segera serangan sesak nafas (reliver), dan obat-obat pencegahan jangka lama, untuk mengatasi peradangan saluran nafas (preventer/controller). Yang termasuk obat reliver adalah obat-obat bronkodilator kerja cepat seperti, salbuterol Albuterol, metaproterenol, terbutaline, dan procaterol. Selain itu, obat golongan anti cholinergik, teofilin kerja cepat, suntikan adrenalin atau epinefrin juga dapat dijadikan pilihan.
Penelitian para ahli belakangan ini menyebutkan bahwa peradangan yang kronik dapat merubah struktur dinding saluran nafas, sehingga menyebabkan remodelling pada dinding saluran nafas. Karena itu, pengobatan pencegahan jangka lama sangat dianjurkan. Obat pencegahan jangka lama yang dapat dipakai adalah kortikosteroid, cromoglycate, nedcromil, agonis B2 kerja lama, teofilin lepas lambat, dan leukotrien. Dari semua jenis obat yang tersedia, pemakaian obat inhalasi lebih diutamakan mengingat efeknya yang cepat, dosis yang kecil dan efek samping yang minimal meskipun diberikan dalam jangka panjang.
Ketiga, mengobati atau mengelola penyakit asma. Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma sedang berlangsung, tetapi juga saat tidak dalam serangan. Pengelolaan asma saat tidak dalam serangan dilakukan melalui pengobatan pencegahan dan latihan olah raga terpimpin. Penderita asma dengan tipe intermiten (sangat ringan) yang kekambuhannya dalam 1 minggu kurang dari 1 atau 2 kali, tidak memerlukan pengobatan pencegahan. Namun, penderita asma dengan tipe persisten ringan, persisten sedang dan persisten berat, harus mendapatkan terapi pencegahan secara bertahap disesuaikan dengan klasifikasinya.
Untuk memudahkan penanganan, penderita yang sedang mengalami serangan asma, dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu penderita dengan serangan asma ringan, serangan sedang dan serangan berat. Salah satu tanda untuk melihat pembagian berat ringannya serangan adalah dengan melihat cara berbicara. Bila ketika berbicara penderita masih dapat menyelesaikan kalimat, klasifikasi yang diberikan adalah serangan asma ringan. Saat penderita berbicara dengan suara terputus-putus, maka penderita digolongkan dalam serangan asma sedang. Tetapi jika penderita sudah mengalami kesulitan bicara karena sesak, penderita masuk dalam kelompok serangan asma berat. Penderita yang mengalami serangan ringan dapat diobati sendiri di rumah. Namun penderita yang mendapatkan serangan sedang dan berat harus ditangani di rumah sakit.
Keempat, mempelajari dan memahami faktor-faktor pencetus serangan asma (allergen), dan mengetahui cara mengendalikannya. Faktor-faktor pencetus ini dapat berbeda antara penderita yang satu dengan lainnya. Faktor-faktor yang sering dikatakan sebagai pemicu di antaranya adalah faktor alergen, emosi atau stres, infeksi, zat makanan, zat kimia, faktor fisik seperti perubahan cuaca, kegiatan jasmani, dan obat-obatan. Kerja faktor pencetus ini pun berbeda, ada faktor pencetus yang bisa mengakibatkan penyempitan saluran nafas (bronchospasme), seperti emosi, udara dingin, latihan, dan lain-lain. Ada pula faktor pencetus yang terutama menyebabkan peradangan seperti infeksi saluran pernafasan akut, alergen, zat kimia, dan asap rokok. Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut. Penderita yang gemar menghindar atau merubah perilaku untuk menjauhi factor pemicu, akan dengan mudah mencapai tujuan pengobatan asma. Sebaliknya, penderita yang “cuek” tak pernah berpantang dengan faktor pemicu akan sulit memperoleh kemajuan dalam pengobatan.
Kelima, membuat rencana emergensi (Action Plan). Action plan terutama diperlukan ketika serangan asma akan kambuh, dan penderita membutuhkan pertolongan secepatnya. Penanganan dengan cepat dan tepat dapat dilakukan bila penderita dan keluarganya membuat rencana emergensi secara tertulis bersama dokter, dan mengetahui kapan penyakit asmanya mulai tidak terkendali. Namun, bila penderita tidak mempunyai action plan, pengelolaan yang diberikan akan memakan waktu lebih lama, bahkan dapat terjadi underdiagnosa atau overdiagnosa sehingga merugikan penderita. Tidak terkendalinya asma mulai tampak manakala penderita dan keluarganya menemukan keadaan-keadaan sebagai berikut : gejala asma semakin bertambah, pemakaian obat bronkodilator kian sering, gejala asmanya tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan bronkodilator, dan bila mempunyai alat Peak flow meter, alat tersebut akan menunjukan penurunan arus puncak ekspirasi (APE) serta kenaikan variability. Sewaktu keadaan-keadaan tersebut muncul, tindakan harus segera diambil agar penyakit kembali terkendali.
Keenam, rehabilitasi dan peningkatan kebugaran jasmani dengan olah raga atau latihan jasmani terpimpin. Penderita asma sering mengalami sesak sehingga sebagian otot-otot pernafasan kerap digunakan, sementara sebagian otot yang lain tidak. Otot-otot pernafasan yang banyak digunakan akan membesar dan yang jarang digunakan akan melemah. Akibatnya, efisiensi dan koordinasi pernafasan menjadi kurang baik, fungsi paru serta pertahanan paru pun menurun. Selain itu penderita asma juga terkadang mengalami keterbatasan fisik atau membatasi pekerjaan fisik karena takut sesak, sehingga kebugaran jasmaninya berkurang. Dengan melakukan latihan jasmani secara teratur yang terpimpin, otot pernafasan akan kembali berfungsi normal, kenaikan kapasitas vital paru meningkat dan kebugaran jasmani pun menjadi lebih baik.
Ketujuh, memonitor dan mengikuti perkembangan (follow up) penyakit penderita asma secara teratur. Hingga kini penyakit asma belum dapat disembuhkan, dan gejala asmanya sering bervariasi. Karena itu pengobatan harus dilakukan seumur hidup dan dimonitor serta diiikuti perkembangannya terus menerus. Hal ini diperlukan untuk melihat cocok tidaknya obat yang diberikan dalam mengendalikan asma. Dokter akan mengevaluasi apakah obat perlu ditambah, dikurangi atau dihentikan. Bila keadaan dan kebugaran jasmani penderita memang telah membaik, pengobatan dapat dihentikan.
Mengingat keadaan sosial ekonomi di Indonesia yang cukup beragam, para dokter diharapkan dapat mengadaptasi pengelolaan asma sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Tetapi yang terpenting prinsip dasar pengobatan harus tetap sama. Penderita dianjurkan agar proaktif dan semangat dalam mengatasi penyakitnya, serta tetap bekerjasama dengan dokter agar tujuan pengobatan asma dapat terwujud. Satu hal yang perlu diingat oleh penderita asma demi tercapainya tujuan tersebut, jangan biarkan asma mengendalikan Anda, tetapi Anda yang harus mengendalikan asma.

Senin, 11 November 2013

Diklat MEDSAN


Siang untuk semuannya...
Kali ini aku mau ngeshare tentang Diklat MEDSAN (Media Sandhy Putra) ini baru kemarin selesai Diklatnya tepatnya tanggal 10 November 2013 pas dengan hari pahlawan =D, Diklatnya itu selama 2 hari yaitu hari Sabtu dan Minggu. Sebenernya seru banget waktu Diklatnya tapi waktu hari terakhir dan waktu mau disahkan jadi Anggota MEDSAN 22 aku sakit tau tuh kok bisa kayak gitu kata Mas Firman sih kebanya'an mikir padahal sih aku cuma kasihan sama temen-temen yang dibentak-bentak kayak gitu, Udah lupakan saja tentang itu semua. Oh iya Diklatnya itu dibagi kelompok ada 6 kelompok dan aku dapat kelompok yang ke 4 anaknya seru-seru, kreativ-kreativ pokoknya enak banget sama mereka-mereka. Dimulai dari kanan itu Aku terus sebelahku namanya Dhama, sampingnya itu Ridho, Terus yang wajahnya hampir kembar sama aku itu Deina, sampingnya Fais itu anak Aksel (kayaknya pinter), terus yang cantik banget itu namanya Yevina. Itu fotonya di deketnya Velodrom


Beneran kemarin itu Diklat kayak MOS ke2, itu pun pakai seragam hitam putih dan pakai pita-pita kayak gitu jalan-jalan di jalan raya sumpah penuh kekuatan mental. Banyak orang yang bilang itu MOS masak MOS baru bulan November --", Orang-orang pada ngelihatin. Uda pokoknya butuh mental yang kuat. Itu Diklat kan disuruh bawa barang bawaan dan itu harus koordinasi 1 angkatan beneran itu sepertinya sangat mudah, eh tapi kenyataanya ya ampun beneran susah banget sampai yang hari sabtu itu baru pulang jam 10 lebih, dan hari minggunya semua pada telat dateng Diklat padahal uda aku bela-belain dateng ke Kosnya Ridho jam setengah 5. Ini nih sisa barang bawa'an kemarin dan itu ada buku Request sama TPku. 
                  

Oh iya sekarang Annivnya MEDSAN 21. Untuk mas/mbknya pokoknya jadi lebih baik, kompak selalu, pokoknya semoga bisa ngajarin adek-adeknya jadi lebih baik, TOP BGT deh buat mas/mbk 21 :). Sepertinya sudah sampai sini dulu, semoga MEDSAN angkatan 22 ini menjadi lebih baik kedepannya terus lebih kompak, pokoknya bisa lebih menghormati mas/mbk Senior kita. Selamat ya Sukses selalu, ditunggu 1 tahun kedepan =D


Senin, 04 November 2013

HotNews Sidoarjo


Merdeka.com - Pasca-insiden di SMK Hang Tuah 2, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis lalu (31/10), keberadaan Anggara Putra Trisula (21), belum diketahui hingga saat ini. Bahkan polisi belum memeriksa anak pensiunan jenderal polisi itu.

Saat wartawan melakukan konfirmasi ke rumahnya di Jalan Sidosermo PDK IV/Kav 68, Wonocolo, Surabaya, hanya ada seorang penjaga rumah yang dilengkapi CCTV tersebut. 

"Wah bapak sama keluarganya sedang keluar. Tidak tahu ke mana. Kapan pulangnya juga tidak tahu. Tapi memang benar ini rumahnya Mas Anggara (APT), tapi dia sudah lama tidak tinggal di sini. Katanya sih tinggal di rumah saudaranya, nggak tahu di mana," kata penjaga rumah yang mengaku bernama Nanda, Senin siang (4/11).

Nanda juga mengatakan, kalau majikannya itu memang seorang pensiunan polisi berpangkat brigjen. "Bapak sudah pensiun. Pangkat terakhirnya Brigjen, bintang satu. Kalau Mas Anggara-nya sendiri, baru lulus sekolah tahun ini juga," ungkap dia.

Pemuda yang mengaku baru bekerja di rumah Brigjen Pol (Purn) Totok itu, juga mengaku memang mendengar kejadian yang menimpa anak majikannya tersebut. "Saya memang mendengar, tapi nggak tahu pasti ceritanya. Maaf cuma itu yang saya tahu, saya nggak tahu apa-apa, saya juga baru kerja di sini, saya dari Jakarta disuruh ke sini," elak dia.

Nanda juga menyangkal adanya kabar kalau APT sempat mendaftar di akademi polisi (Akpol) usai lulus SMA. "Saya enggak tahu. Setahu saya, setelah lulus SMA nggak ngapa-ngapain. Maaf saya ndak tahu selebihnya," pungkas dia sembari berlalu kembali masuk rumah.

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis lalu, di SMA Hang Tuah 2, Gedangan, Sidoarjo, APT yang merupakan anak seorang perwira tinggi polisi, mengamuk. Dia menabrak puluhan pelajar dan guru di sekolah tersebut dengan mobol yang dikendarainya, yaitu Honda Jazz L 177 AY.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi koboi APT ini, karena tersinggung kepada satpam sekolah yang melarang mobilnya masuk ke area sekolah. Mobil APT dilarang masuk karena dia bukan salah satu pelajar SMA Hang Tuah 2.

Sementara APT yang berniat membawakan makanan ke NT, salah satu siswi di sekolah tersebut, yang kemudian diketahui kalau NT adalah pacarnya itu, tersinggung mendengar larangan si satpam dan langsung tancap gas menabrak puluhan pelajar dan guru yang berada di halaman sekolah saat jam istirahat berlangsung.

Pascainsiden itu, hingga saat ini, APT masih menghirup udara bebas. Padahal, akibat insiden tersebut, seorang siswi terpaksa dirawat intensif di RS Mitra Keluarga karena mengalami luka serius. Tulang kaki dan tangan kanannya patah serta tulang ekornya juga patah.

Minggu, 03 November 2013

Cintaku karena pelajaran KWU

 Selamat Sore semua.. Weekend nih, Ini nih temenku yang baru jadian, Critanya lucu banget dari pelajaran Kewirausahaan akhirnya yang cowok (Grandhis) berani nembak yang cewek (Almas) Mereka ber2 sama-sama diemnya dari sumpah lucu banget kemarin waktu nembak di depan kelas dan itupun ada gurunya juga. Tapi ada yang bertepuk sebelah tangan nih namanya Arga Rizki dia juga suka sama Almas jadinya dia iri :). Oh iya mereka jadian pas tanggal 1 November jadi waktu Halloween jadi temanya hantu, hahaha ngakak :D Dan ini aku mau buat hot news untuk mading serepet (sepuluh RPL 4) kayaknya lucu juga ya :). Temen-temen satu kelas pada ngiri sama mereka berdua biasa temen-temen 1 kelas pada banyak yang jomblo terutama aku eh aku bukan jomblo tetapi aku single :) Pokoknya buat mereka ber2 langgeng terus deh dan semoga kita-kita (anak serepet) bisa nyusul. Pada Modus nih :)