STUDI KASUS YANG BERKENAAN DENGAN KEBIJAKAN PENETAPAN
HARGA OLEH DISTRIBUTOR
“CARA PENENTUAN HARGA JUAL AGAR BERBALIK MODAL”
“CARA PENENTUAN HARGA JUAL AGAR BERBALIK MODAL”
Kelompok II :
1.
Alvira
Reiza Mahardi 17210830
2.
Agung
Iswanto 17210831
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MAHARDHIKA
SURABAYA 2020
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MAHARDHIKA
SURABAYA 2020
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu perkerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu. Berbeda dengan Hukum dan Peraturan,
kebijakan lebih bersifat adaptif dan intepratatif, meskipun kebijakan juga
mengatur “apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh”. Kebijakan juga diharapkan
dapat bersifat umum tetapi tanpa menghilangkan ciri lokal yang spesifik. Kebijakan
harus memberi peluang diintepretasikan sesuai kondisi spesifik yang ada.”
Salah satu hal
yang beriringan dengan kebijakan adalah penetapan dalam sebuah perusahaan pasti
adanya kebijakan penetapan yang sesuai dengan aturan yang ada khusunya
permasalahan harga jual, dan jangan sampai antara perusahan satu dengan
perusahaan lainnya tidak beriringan karena merupakan satu kesatuan, dan jika
tidak saling beringingan maka akan menimbulkan permasalahan dikalangan
distributor, agen atau semua perantara perusahaan tersebut.
Oleh karena itu dari segi permasalahan yang terjadi di
perusahaan perlu antisipasi untuk mengurangi permasalahan yang terjadi di
kalangan para distributor karena jika tidak diantisipasi maka dalam dunia usaha
tidak bisa berjalan dengan baik dan tidak mengfungsikan kebijakan yang ada.
Untuk itu diharapkan kepada para distributor dapat
mentaati kebijakan penetapan oleh distributor agar para pengusaha bisa mentaati
dan bertanggung jawab atas ketetapan dan kebijakan dalam perusahaannya khusus
dengan harga jual. Untuk itu kami melaksanakan studi kasus ini dengan maksud
untuk menentukan harga jual agar berbalik modal.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Menjalankan sebuah bisnis
jual-beli tidak akan terlepas dari permasalahan harga. Harga memegang peranan
penting dalam terjadinya kesepakatan jual-beli dari produsen ke tangan
konsumen. Melalui penetapan harga, akan terlihat posisi kelayakan produk dari
nilai ekonomisnya. Karena permasalahan ini, perusahaan biasanyan mengadakan
penetapan harga yang disepakati sebelum barang beredar di pasaran.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan
Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (“UU 5/1999”), Peraturan
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pasal 5 (Penetapan Harga) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan
Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (“Peraturan KPPU 4/2011”)
serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (“UU
Perlindungan Konsumen”). Semua Peraturan Pemerintah tentang Standar
Penetapan Harga Indonesia ini dapat disebut Peraturan Pemerintah tentang
S.P.H.I.
Harga barang untuk pemungutan bea masuk, disebut
harga normal, adalah harga yang dapat dicapai pada saat bea masuk tersebut
wajib dibayar berdasarkan penjualan di pasaran bebas antara penjual dan pembeli
yang tidak terikat oleh sesuatu ikatan khusus.
Harga normal setiap barang impor ditentukan
berdasarkan anggapan:
a. bahwa barang tersebut diserahkan kepada pembeli
ditempat kedatangan pertama di Indonesia;
b. bahwa penjual menanggung semua biaya (ongkos
pengangkutan, biaya asuransi, biaya komisi, biaya perantara) yang menyangkut
penjualan barang dan penyerahannya di tempat kedatangan pertama di Indonesia,
yakni biaya-biaya yang diperhitungkan dalam harga normal;
c.
bahwa pembeli menanggung semua bea dan pungutan
lainnya yang berlaku di Indonesia, yakni bea dan pungutan yang tidak
diperhitungkan dalam harga normal ;
d.
bahwa penjualan merupakan penjualan jumlah
barang yang akan ditetapkan harganya.
Secara umum, terdapat 4 metode
untuk menetapkan harga yaitu, metode penetapan harga berbasis permintaan,
berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis persaingan.
Berikut adalah beberapa
penjelasan mengenai metode penetapan harga.
a. Berbasis
Permintaan
Suatu metode yang menekankan
pada berbagai faktor yang memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan
berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli, manfaat yang
diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.
b. Berbasis
Biaya
Faktor penetapan harga yang
dipengaruhi aspek penawaran atau biaya, dan bukannya aspek permintaan. Harga
akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah
dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan
juga laba/rugi.
c. Berbasis Laba
Penetapan harga yang didasarkan
pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu,
target profit pricing (penetapan harga berdasarkan target keuntungan),
target return on sales pricing (target harga berdasarkan penjualan), dan
target return on investment pricing sebuah perusahaan.
d. Berbasis persaingan
Penetapan harga yang dilakukan dengan
mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan dibwah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawaekan memiliki kualitas lebih baik.
Untuk sebuah proses penetapan harga, suatu bisnis harus memiliki wawasan tentang kondisi produk, keuangan dan hasil akhir berupa profit atau keuntungan yang ingin dicapai. Untuk mengetahui semua proses ini dengan baik maka suatu bisnis membutuhkan perhitungan akuntasi yang tidak hanya memuat angka-angka nominal pengeluaran dan pemasukan, namun juga sistem sistem akuntansi yang mampu menyajikan suatu prediksi berbentuk tabel maupun grafik data untuk memudahkan penilaian secara cepat dan akurat.
B. Analisis
Strategi
Strategi Penetapan harga Berdasarkan bauran produk. Strategi
berubah ketika produk tersebut menjadi bagian dari bauran produk. Dengan ini
perusahaan mencari celah agar bisa memaksimalkan keuntungan dan menarik
konsumen agar membeli barang atau jasa dari perusahaan tersebut. Perusahaan mengambil
keuntungan secara maksimal melalui sekumpulan harga yang dimaksimalkan labanya
dari total bauran produk tersebut.
Strategi
ini di bagi menjadi 5 situasi penetapan harga bauran produk
Penetapan Harga Lini Produk
Penggunan Strategi ini yaitu menggunakan
titik harga atau menentukan jenjang harga produk atau jasa yang memang sudah
ditetapkan untuk produk oleh lini perusahannya sendiri. Perusahaan tidak
memberikan tambahan dan menargetkan harga pada produk atau jasa utama yang akan
ditawarkan.
Contoh dari Penetapan Harga Lini Produk adalah: Kerudung Paris Safira &
Zoya dan perusahaan lampu Osram yang menjual lampunya saja.
Penetapan Harga Produk Tambahan
Di strategi ini perusahaan mulai
menawarkan untuk menjual produk tambahan atau pelengkap beserta produk utama.
Perusahaan mulai memiliki pendapatan tambahan dari produk-produk tambahan
tersebut. Dengan semakin banyaknya produk tambahan perusahaan dapat memiliki
keuntungan yang semakin meluas dan dapat memasukkannya kedalam label harga
bersamaan dengan produk utama.
Contoh dari Penetapan Harga Produk
Tambahan adalah produk-produk dari Ipad dan Tab yang memiliki fitur tambahan
masing-masing seperti headset pemancar FM, Speaker eksternal, fish eye,
dan lain lain.
Penetapan Harga Produk Terikat
Saat Produk tambahan yang menjadi
keuntungan terbesar dibandingkan produk pertama penetapan harga ini lah yang
dimaksudkan. Produk tambahan mungkin bisa lebih tinggi harganya dibandingkan
dengan produk utamanya sendiri sehingga produk tambahan terikat dan tidak bisa
terpisahkan dari produk utama.
Contoh dari Penetapan Harga Produk Terikat adalah Gillete yang
memiliki pisau cukur yang murah namun gillete memiliki
keuntungan yang lebih besar dari pisau cukur penggantinya.
Penetapan Harga Produk Sampingan
Penetapan Harga Produk Sampingan
mulai diterapkan saat Produk sampingan menambahkan cost ke dalam perusahaan dan
biasanya berupa produk sisa atau buangan. Jika diolah dengan baik produk
sampingan bisa menambahkan keuntungan kepada pihak yang memang membutuhkan.
Contoh dari Penetapan Harga Produk Sampingan adalah Perusahaan Penetasan Telur
PT. CPJF. Telur-telur yang gagal menetas menjadi cost untuk biaya pembuangan
nya agar tidak menjadi polusi. Namun oleh beberapa pihak seperti pengusaha lele
dibutuhkan untuk pakan lele tersebut. Akhirnya perusahan penetasan telur
tersebut menjual telur yang gagal menetas tersebut dan mendapatkan keuntungan
dari penjualan tersebut tanpa ada nya cost pembuangan.
Penetapan Harga Paket Produk
Penetapan Harga Paket Produk saat
produk produk dari perusahaan di satukan dan ditawarkan dengan harga yang relatif
murah. Perusahaan berasumsi dengan memberikan paket – paket seperti ini bisa
menstimulisasi konsumen untuk menggunakan produknya.
Contoh dari Penetapan Harga Paket Produk adalah Paket Produk Kecantikan Bali
Ratih yang menawarkan berbagai alat kecantikan dalam satu paket yang lebih
murah dibandingkan membeli secara satu – satu.
Pemasar harus tahu seberapa responsif, atau elastis, permintaan akan mengubah harga. Semakin tinggi elasitisatas, semakin besar pertumbujan volume yang dihasilkan dari pengurangan harga sebesar 1%.
Salah satu studi komprehensif yang mengulas periode dan periode proyek riset akademis selama 40 tahun dan meneliti elastisitas harga menghasilkan sejumlah temuan menarik.
a. Elastisitas harga rata-rata lintas semua ptoduk, pasar, dan periode waktu yang dipelajari adalah -2,62
b. Besaran elastisitas harga lebih tinggi untuk barang barang tahan lama dibandingkan barang-barang lain, lebih tinggi produk produk yang berada dalam tahap perkenalan/pertumbuhan dari siklus hidup produk dibandingkan dalam tahap kedewasaan/penurunan.
c. Inflasi menyebabkan elastisitas harga tinggi yang cukup substansial, terutama dalam jangka pendek.
d. Elastisitas harga promosi lebih tinggi dibandingkan elastisitas harga sebenarnya dalam janka pendek
e. Elastisitas harga lebih tinggi untuk barang individual atau tingkat SKU dibandingkan tingkat merek secara keseluruhan.
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kualitas
Produk memegang peranan penting dalam penentuan harga jual di pasaran. Dengan
menganalisa produk yang di minati banyak orang di pasaran, kita bisa lebih
cepat berbalik modal, karena barang akan secepatnya terjual habis dengan begitu
kita bisa menentukan harga jual sesuai dengan kebijakan yang ada dan sesuai dengan
produk yang akan dijual.
Contoh
Penetapan harga produk tambahan : Produk dari Ipad dan Tb yang memiliki fitur
tambahan (bonus), seperti Headset, Fish Eye, Silikom dan aplikasi aplikasi
lainnya yang seharusnya berbayar tetapi digratiskan.
Tetapi
dalam memberikan fitur tambahan (bonus). Harus mengitung kembali harga yang
dikeluarkann, jangan sampai modal awal yang sudah di keluarkan tidak kembali,
yang akan mengakibatkan kerugian.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar